Buruh di-PHK Ngopi Tiga Hari di Depan Pabrik, Manajemen Panik

Konsolidasi Buruh PT AAJ

Buruh.co, Jakarta – Gerakan Tiga Hari Marunda (Geram) berhasil membuat perusahaan outsourcing PT SMS membatalkan PHK pada para pekerjanya yang dioutsourcingkan di PT Asianagro Agung Jaya. Namun, PT SMS tidak bersedia menempatkan para pekerja alih daya itu kembali di PT AAJ.

Gerakan Tiga Hari Marunda merupakan bentuk protes pada dari 20an buruh outsourcing dari PT SMS yang dipekerjakan di PT AAJ.  Dari tgl 14 sampai 16 para pekerja outsourcing menggelar aksi duduk dan ngopi bersama dengan buruh yang bersolidaritas di depan PT AAJ. Selain itu, para pekerja organik atau non-outsourcing dari PT AAJ juga terlibat duduk untuk menyampaikan dukungan.

Namun,para buruh yang menyeruput kopi itu ditanggapi berbeda dari manajemen. Padai kamis, 15 maret 2018 pekerja outsourcing mengadakan mediasi yang di fasilitasi oleh managemen PT AAJ dan hadir pula dr pihak kepolisian serta pihak KBN. Mereka menganggap kawan-kawan yang kumpul di depan melakukan demontrasi. Ketua Advokasi PK AAJ Marulloh menuturkan bahwa kawan2 yg di luar hanya duduk-duduk ngopi dan ngobrol tidak ada kegiatan orasi dan spanduk..

Para buruh outsourcing meminta di pekerjakan kembali di PT AAJ.  “<aka mereka tidak ada lagi duduk-duduk di depan jika bekerja kembali,” ungkap Komeng, Ketua Komisariat FBTPI PT AAJ.

Namun, pihak PT AAJ bersikukuh tidak menerima kawan-kawan dengan alasan sudah ada pekerja pengganti. Sementara, pihak PT SMS berjanji mempekerjakan tapi ditempatkan di perusahaan lain.

Menanggapi hal itu, perwakilan buruh merasa keberatan.  Hendro perwakilan pekerja outsourcing mengatakan “Lebih baik kita menunggu hasil tripartit saja nti tgl 22 maret 2018.” Ini menyusul upaya mediasi yang tak kunjun menghasilkan titik temu.

Sementara, Serikat Buruh Aneka Industri (SBAI) FBTPI tengah menyiapkan aksi unjuk rasa yang lebih besar untuk mendukung para pekerja outsourcing itu. “Kawan-kawan agar lebih solid dan kompak. Kita persiapkan aksi,” kata Ketua SBAI Salman.

Selain persoalan PHK outsourcing, para buruh organik juga tengah mendesak adanya struktur dan skala upah. Kedua poin persoalan itu akan dibawa pada triparti pada 22 maret 2018. Dukungan dari para pekerja di luar PT AAJ juga semakin menguat. “Ketika sesama buruh yg merasa dizolimi hak-haknya maka di wajibkan seluruh buruh untuk bersolidaritas dalam rangka mendukungnya ” ungkap Feri Irawan, Wakil Koordinator Wilayah KPBI Jakarta. 

Dukungan juga datang dari PT Dinuo. “Musuh kaum buruh akan sekuat tenaga untuk mendegradasi makna aksi. Berbagai cara dilakukan untuk menciutkan nyali. Mereka mengatakan aksi sudah tidak diperlukan lagi. Paling penting adalah dialog, duduk dalam meja yang sama. Tetapi faktanya, dalam banyak hal, justru kaum buruh dipecundangi. Hanya ditipu dengan janji-janji. Yang lebih sering terjadi hanyalah bualan tentang janji kesejahteraan,”pungkas Ketua Advokasi SBAI Assen Mulyanto dari komisariat Dinuo.

PT AAJ merupakan anak dari Asian Agri Group yang bergerak di bidang pengolahan minyak. Asian Agri Group  adalah perusahaan yang dibangun orang terkaya ke-30 di Indonesia, Sukanto Tanoto. Majalah Forbes mencatat Sukanto Tanoto memiliki kekayaan $1,1 miliar

(Reporter: Marulloh, FBTPI)