Buruh dan Mahasiwa Kompak Tolak Gerakan Pemagangan

 

Diskusi Mahasiswa dan Buruh di ISIP pada Rabu, 26 April 2017

Buruh.co, Jakarta – Gerakan buruh dan mahasiswa satu kata untuk menolak pemagangan. Praktik pemagangan semakin merajalela di kawasan-kawasan industri setelah Presiden Joko Widodo mencanangkan Gerakan Pemagangan Nasional pada Desember 2016. Atas kesamaan tersebut, buruh dan mahasiswa sepakat untuk bersama-sama memprotes gerakan pemagangan nasional dalam unjuk rasa memperingati Hari Buruh Internasional pada 1 Mei nanti.

Kesepakatan itu dicapai dalam diskusi yang berlangsung di kampus ISIP pada Rabu, 26 April 2017. Diskusi itu dihadiri puluhan perwakilan Gerakan Buruh untuk Rakyat bersama Aliansi Mahasiswa Indonesia dan organisasi mahasiswa lainnya. Di antaranya adalah Himpunan Mahasiswa Indonesia dan Bumi Manusia.

Perwakilan dari Federasi Perjuangan Buruh Indonesia Santoso Widodo memaparkan persoalan pemagangan memiliki relevansi dengan kehidupan mahasiswa. “Persoalan buruh hari ini bukan hanya menjadi persoalan buruh semata melainkan harus juga menjadi persoalan semua gerakan rakyat yang ada,” jelasnya.

Santoso menyebutkan mahasiswa yang lulus nantinya akan dihadapkan dengan praktik pemagangan. Praktik ini dimanfaatkan oleh pengusaha untuk mengambil keuntungan dari peserta magang dengan cara menempatkan peserta magang untuk mengerjakan pekerjaan buruh pada umumnya dan dengan dibayar lebih murah dari upah buruh pada umumnya, kebanyakan peserta  masih siswa sekolah menengah kejuruan dan mahasiswa. “Dengan cara demikian perusahaan akan dapat  menekan ongkos produksi dan akan mengakumulasi banyak keuntungan yang di dapatkan,” terang Santoso.

Menurut Santoso, para pemagang sharusnya mendapat porsi kerja lebih ringan dari buruh. Ini karena mereka bertujuan untuk mendapatkan pembelajaran dari proses kerja di dalam perusahaan. Alih-alih, mereka malah menjadi buruh yang bekerja di dalam perusahaan dengan upah rendah.

Meme Magang

Pemagangan Ancam Masa Depan Mahasiswa

Para mahasiswa merespon soal pemagangan dengan satu suara bersama gerakan buruh. Kebanyakan mahasiswa yang hadir dalam forum diskusi tersebut bersepakat dengan pendapat Santoso.

Mereka kemudian mereka memutuskan untuk melakukan bergabung dengan para buruh dalam aksi menolak pemagangan. Tunturan itu akan menjadi bagian desakan dari KPBI pada Hari Buruh Internasional. Para mahasiswa juga sepakat akan melakukan rapat akhir atau take lap sebelum turun ke jalan pada 1 Mei.

Tidak hanya itu, para mahasiwa juga mengajak pada para buruh untuk terlibat juga pada perayaan Hari Pendidikan Nasional. Hardiknas akan di rayakan pada satu hari setelah hari buruh internasional atau 2 Mei. Menurut para mahasiswa, perjuangan untuk pendidikan gratis akan menguntungkan buruh. Ini karena anak-anak buruh tidak perlu lagi membayar guna memenuhi beban biaya kuliah.

(Reportase Agus Amri Hakim)