(Selebaran) Buruh Ajak Rakyat Tolak Pencabutan Subsidi Listrik

Deklarasi Gerakan Buruh untuk Rakyat di May Day 2017

Kembalikan Subsidi Rakyat Miskin!

Buruh mengajak saudara-saudara sekalian untuk menolak pencabutan subsidi listrik bagi pengguna daya 900 va ke bawah. Pencabutan subsidi tersebut membuat kita semakin tercekik. Terlebih, kebijakan pemerintah membuat kemampuan rakyat membeli barang semakin menurun. Tanpa perlawanan, penderitaan kita akan semakin parah.

Apakah saudara-saudara merasakan membayar listrik semakin mencekik? Hingga Mei, kenaikan tarif listrik sudah melonjak 150 persen. Artinya, tagihan naik lebih dari dua kali lipat. Tahun lalu, harga per KWH hanya Rp 600. Tapi, sekarang sudah Rp 1.400! Tagihan kita akan terus melonjak hingga subsidi listrik dicabut sepenuhnya.

Bahkan saudara-saudara yang tidak menggunakan listrik 900 va akan terdampak pencabutan ini. Tarif listrik yang melejit membuat inflasi dan harga-harga terus meroket. Buat saudara para pedagang dan penyedia jasa, harga yang meroket berarti semakin sulit mengais laba. Masyarakat akan semakin mengencangkan ikat pinggang dan irit dalam membeli produk-produk saudara. Kenaikan ini terus meyengsarakan terutama menjelang lebaran. Harga-harga akan semakin liar tidak terkendali.

Bagi saudara-saudara yang bekerja, pemerintah sudah memberi kado pahit berupa lambatnya penyesuaian upah minimum setiap tahun. Sejak Presiden Joko Widodo mengesahkan Peraturan Pemerintah 78/2015 tentang Pengupahan, kenaikan upah minimum seperti pada 2013 di Jakarta sebesar 40 persen dari Rp. 1.529.150 (2012) menjadi Rp 2.2 juta (2013) hanyalah mimpi!  Laju penyesuaian upah minimum terus melambat. Perlambatan ini juga menghambat upah saudara-saudara yang mendapat di atas UMP.  Pada 2016 upah minimum hanya disesuaikan 11 persen. Tahun ini, upah minimum hanya mengalami penyesuaian 8 persen. Apakah tahun depan hanya 5 persen?

 

Mari Melawan Bersama Buruh!

Televisi milik para triliuner terus menerus mengajak warga sinis pada protes kelas buruh, protes petani, protes korban penggusuran, protes nelayan, dan protes-protes lainnya. Namun, jangan saudara-saudara percaya cerita orang-orang kaya itu! Yang notabene adalah Pengusaha!

Buruh mengajak segenap warga untuk protes pada pemerintah yang semakin pelit pada rakyat. Tahun ini, pemerintah memangkas subsidi sebesar Rp 17 triliun (dari Rp. 177 triliun menjadi hanya Rp 160 triliun). Padahal, dana negara tahun ini ada dua ribu triliun. Pemerintah lebih gemar membangun infrastruktur, jalan-jalan, pelabuhan-pelabuhan, agar perusahaan bisa masuk, agar investor berjaya! Dana infrastruktur tahun ini Rp 378 triliun atau lebih 2x dana subsidi.  Ke mana dana untuk menguatkan dan mensejahterakan masyarakat?

Penderitaan kita akan terus bertambah tanpa perlawanan. Pemerintah akan terus menerus memangkas subsidi demi menganggarkan dana untuk para investor. Pemerintah terus dengan percaya bahwa investor, yang tujuannya mendulang laba, akan memakmurkan rakyat. Padahal, saudara-saudara bisa saksikan berbagai proyek para investor justru menuai kecaman rakyat banyak. Proyek reklamasi, Semen Rembang, Semen Gombong, proyek MIFE di Papua, dan lain sebagainya hanyalah sekelumit proyek yang menguntungkan investor.

 

Bagaimana cara melawan bersama buruh?

Selama pemerintah terus memperkaya orang kaya dan mempermiskin Rakyat, Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) bersama dengan unsur gerakan lain di Gerakan Buruh untuk Rakyat dan elemen buruh lainnya terus memprotes. KPBI akan senantiasa mengajak saudara-saudara sekalian untuk terus menyalakan api perlawanan terhadap rezim pembangunan yang pro-orang kaya.

KPBI juga mengajak saudara-saudara hadir dalam aksi massa berupa rapat akbar untuk memprotes kenaikan harga listrik. Bergabunglah pada hari Minggu, 21 Mei di Tugu Proklamasi. Saudara-saudara juga bisa terus bergabung dengan agenda protes kami dengan mengikuti rencana protes di fanspage Facebook Suara KPBI atau laman www.buruh.co

Semakin banyak warga berkumpul, semakin memberi tekanan pada pemerintah. Untuk itu, ajak tetangga, kawan, keluarga sebanyak mungkin.

Jangan biarkan pamphlet ini berhenti di Anda, sebarkan atau tempel di tempat-tempat strategis, bagikan pada orang lain untuk terus membacanya. Bagikan versi elektroniknya melalui whatsapp, FB, dan sosmed lainnya dengan copy paste tulisan ini.

Hidup rakyat! Kembalikan Subsidi Rakyat Miskin!

Pembangunan untuk rakyat, Bukan untuk Segelintir Orang Kaya!

 

Bangkit! Lawan! Hancurkan Tirani!