Building and Wood Workers International Dorong Kesetaraan Gender dan Lawan Pelecehan Seksual

Anggota SERBUK, Afiliasi BWI, dalam AKsi Hari Perempuan Internasional

Buruh.co, Jakarta – Melalui Kantor Regional Asia Pasifik, BWI menyerukan perlawanan atas ketidakadilan yang menimpa kaum perempuan di berbagai tempat di belahan dunia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (ILO), 35% wanita (dari 818 juta perempuan di seluruh dunia) yang berusia di atas usia 15 tahun, pernah mengalami kekerasan seksual atau fisik di rumah, di komunitas meraka, atau di tempat kerja.

Dalam instruksi aksi menyambut International Women’s Day (IWD) 2018, BWI menyatakan bahwa BWI telah menegaskan keberpihakannya pada buruh perempuan melalui resolusi dalam kongresnya. Pada Kongres Dunia Keempat Building and Wood Workers International (BWI-GUF) 2017 di Durban Afrika Selatan, telah diadopsi rencana strategis 2017-2021 diadopsi; salah satunya adalah kesetaraan gender. Salah satu pilar untuk membangun upaya itu adalah dengan mendorong penghentian praktik diskriminatif untuk menghentikan segala bentuk kekerasan di wilayah kerja.

Ketua Umum Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK) Indonesia Subono menambahkan bahwa BWI juga akan mengadopsi sebuah rekomendasi pada Konferensi ILO 2018. Rekomendasi tersebut terkait dengan rekomendasi “Kekerasan dan Pelecehan terhadap Perempuan dan Pria di Dunia Kerja”, dengan fokus yang kuat pada dimensi kekerasan berbasis. BWI telah memberikan berbagai masukan kontruktif sesuai permintaan ILO sejak tahun lalu.

Seperti yang telah ditetapkan dengan serius pada Kongres 2017 di Durban, delegasi perempuan dari berbagai negara telah meningkatkan penajaman kesadaran untuk memerangi kekerasan berbasis jender di tempat kerja. Melalui peringatan Hari Perempuan Internasional 2018, Federasi Serikat Buruh Kerakyatan (SERBUK) Indonesia sebagai bagi dari BWI-GUF, beserta seluruh afiliasinya, menyerukan perjuangan dan perlawanan kaum perempuan untuk:

  1. Menghapuskan kekerasan berbasis gender di keluarga, komunitas, dan tempat kerja dan mendorong perempuan untuk berdaya memperjuangkan hak-haknya.
  2. Mendorong peran aktif perempuan untuk berjuang demi perubahan kondisi kerja, kondisi lingkungan, dan mendesak perubahan regulasi yang lebih berpihak pada kaum perempuan.
  3. Mendorong kaum perempuan multi sektor untuk bersatu dan menghapus sekat-sekat pembatasnya untuk melawan diskriminasi, intoleransi, kekerasan, dan perlakuan tidak adil lainnya.
  4. Mendorong peran lebih aktif kaum perempuan untuk terlibat dan berpartisipasi serta memimpin organisasi-organisasi serikat buruh, serikat tani, serikat nelayan, dan organisasi perlawanan lainnya.

 

Selamat memperingati Hari Perempuan Internasional 2018. Majulah Kaum Perempuan!

 

AMANDLA! POWER TO THE WOMEN! POWER TO THE PEOPLE!