Awas, Lembur Membunuhmu!

Lembur Membunuhmu

Perjuangan kaum buruh untuk menuntut pengurangan jam kerja sejak tahun 1886 tidak pernah berhenti sampai hari ini. 8 jam kerja dengan upah layak yang di perjuangkan nyatanya di berbagai negeri tidak pernah dipatuhi oleh perusahaan yang ada, termasuk di indonesia.

Buruh yang bekerja, rata-rata harus dibebani lembur kerja yang terkadang diambang batas. Dari lembur tersebut terkadang buruh tidak mendapatkan hak yang sesuai bahkan tidak di berikan atas nama loyalitas pada perusahaan. Di lain sisi, upah minimum terus ditekan agar buruh bekerja lembur demi tambahan tak seberapa yang seharusnya ia bisa dapatkan dengan 8 jam kerja.

Lembur Tingkatkan Resiko Penyakit Mematikan dan Bunuh Diri

Lembur berlebihan selain membikin tidak harmonis keluarga, akibat waktu yang digunakan berkumpul untuk membicarakan penataan keluarga lebih baik maupun sesi bercinta yang punya manfaat untuk kesehatan jantung. Lembur yang berlebihan juga mengancam nyawa manusia. Seperti dalam penelitian yang dipublikasihkan the lancet medical journal. Para peneliti menemukan bahwa orang yang bekerja 3 jam lebih lama dari seharusnya, memiliki resiko sekitar 33% terserang stroke dan 13% jantung. Tidak hanya itu saja beberapa penelitian salah satunya Laporan terakhir yang diterbitkan dalam European Heart Journal.

Penelitian tersebut bukan hal omong kosong. Semisal di jepang, dalam pernyataan Hiroshi Kawahito, sekretaris jenderal Dewan Nasional Pembela Korban Karoshi, sekitar 1. 456 orang meninggal kasus kelebihan jam kerja yang diberi nama “karoshi”. Salah satunya pekerja yang bunuh diri dalam pembangunan stadium baru untuk olimpiade. Korban ditemukan dengan surat wasiat yang menyatakan bahwa ia “didorong sampai ke ambang batas, baik secara fisik maupun mental”.

Di seberang negara lain, negara dimana tempat K-POP dan drakor menjadi idola beberapa remaja di indonesia. Salah satunya artis jhongyun “SHInee” melakukan bunuh diri akibat jam kerja yang berlebihan yang membuat dirinya merasa depresi. Begitu juga di china . The China Youth Daily, beberapa waktu lalu melansir sekitar 600.000 pekerja di RRC meninggal akibat kelelahan, stres, stroke, dan serangan jantung akibat jam lembur yang berlebihan.

Di indonesia, Mita Diran menjadi salah satu nama buruh yang meninggal akibat jam kerja berlebihan. seorang yang bekerja jadi penulis di Y&R Group ini meninggal akibat bekerja tanpa berhenti selama 30 jam. Mita harus menerima nasib tragis akibat jam kerja yang berlebihan. Indonesia masih banyak praktek-praktek jam kerja lembur yang sangat tinggi. Contoh semisal di sektor transportasi, para buruh terkadang harus bekerja sampai 24 jam penuh bahkan lebih tanpa hak lembur yang sepadan bahkan tanpa di beri hak lembur sesuai UU no 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan.

Maka perjuangan yang sudah beberapa abad lalu soal pengurangan jam kerja harus tetap dijalankan. Pengurangan jam kerja selain mengurangi resiko kehilangan nyawa dapat juga sebagai solidaritas kehidupan atas pekerjaan kepada rakyat belum mendapat pekerjaan. Semakin sedikit jam kerja seharusnya semakin banyak jumlah tenaga kerja yang terserap.

Perjuangkan pengurangan jam kerja untuk menyayangi nyawa dan keluarga yang sakinah mawaddah warohmah.

 

Sumber
http://www.fitnessformen.co.id/article/7/2017/4157-Sering-Lembur-Ini-Bahaya-yang-Bisa-Mengancam-Anda

https://lifestyle.okezone.com/read/2017/09/06/481/1770396/bekerja-terlalu-keras-berisiko-lebih-cepat-meninggal-benarkah

https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(15)60295-1/fulltext?code=lancet-site

https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(15)60295-1/fulltext?code=lancet-site

Penulis: Lenggah Mahardika