Awak Mobil Tangki Bantuan Rentan Sebabkan Kebakaran Mobil

Nuratmo, Ketua FBTPI Pertamina Patra Niaga Plumpang

Buruh.co, Jakarta – Buruh Awak Mobil Tangki bantuan atau catutan rentan menyebabkan kecealekaan atau bahkan kebakaran pada mobil tangki. Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petrofin menggunakan AMT dadakan itu untuk menggantikan AMT yang di-PHK massal karena protes terhadap kondisi kerja tidak manusiawi.

Ketua AMT Plumpang Nuratmo menyebutkan AMT dadakan tidak memiliki kemampuan mengatur mobil bermuatan bahan bakar mudah meledak itu. “AMT Bantuan acara skillnya belum menguasai,” ujarnya pada Jumat, 21 Juli 2017. Ia menanggapi kejadian terbakarnya sebuah truk tangki Pertamina di Meruya, Jakarta Barat.

Terlebih, banyak AMT catutan tidak punya pelatihan. “Menjadi AMT satu (supir) harusnya melalui mekanisme pelatihan. Kalau bantuan tanpa melalui proses pelatihan,” jelasnya.

Truk tangki bermuatan 32 ribu ton bahan bakar terbakar pada Jumat 00:15, 21 Juli 2017, di tol Meruya, Jakarta Barat. Kejadian diduga bermula dari pecah ban. Kecelakaan truk tangki kerap terjadi karena buruh dipaksa bekerja dalam jam kerja panjang. Sementara, para buruh di Pertamina Patra Niaga dan Elnusa Petrofin terus berada dalam status kontrak/outsourcing sehingga tidak mendapatkan hak-hak normatif seperti lembur, BPJS, dan kepastian kerja.