Aksi Donor Darah SPPT TEL Lengkapi Unjuk Rasa di Hari Buruh

Aksi Donor Darah SPPT TEL

Buruh.co, Jakarta – Serikat pekerja PT.Tanjun Enim Lestari (SPPT TEL) menggelar aksi donor darah massal sebagai bagian dari peringatan Hari Buruh Internasional. Aksi ini melengkapi aksi unjuk rasa sebelumnya ketika serikat itu tergabung dalam barisan Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas (FSP2KI).

 

Ketua Panitia Donor Darah SPPT TEL Sony Situmorang mengatakan donor darah merupakan agenda rutin untuk memperingati May Day. Pada tahun ini SPPT TEL menggandeng Palang Merah Indonesia, Prabumulih untuk menggelar aksi sosial itu pada 4 Mei 2017 (PMI).

Sony menyebutkan serikat menggandeng PMI Prabumulih untuk kepentingan anggota. “Kali ini kita coba bekerjasama dengan PMI Prabumuih di karenaan banyak pekerja kita bertempat tinggal di Pranumulih, apabila sewaktu-waktu membutuhkan darah minimal tidak kesulitan lagi karena telah terjadi kerjasama,” terangnya.

Sony juga beranggapan kerjasama dengan PMI Prabumulih menguntungkan mutu darah yang disimpan. “Darah pendonor terjaga kualitasnya dapat lansung dibawa ke tempat penyimpanan khusus karena memang tidak dapat bertahan pada suhu tinggi,” ujarnya.

Ia menyebutkan perbuatan donor darah ini merupakan upaya serikat menjembatani keinginan anggota untuk berbuat baik. “Donor darah ini bernilai ibadah sebab ikut membantu menyelamatkan nyawa orang lain yang tengah kritis kekurangan darah Setetes darah untuk kebajikan,” terangnya. Ia mengatakan aksi ini memiliki nilai positif secara teologis maupun psikologis.

Target yang kita capai sekitar 175 kantong darah. Setiap pendonor darahnya di ambil 250cc, mendapatkan vitamin penambah darah dan souvenir. “Aksi donor darah tidak hanya menjadi simbol peduli dan rasa kemanusiaan, tetapi juga bermanfaat bagi si pendonor untuk kesehatan” imbuh seorang petugas PMI di lokasi.

Sebelum si pendonor menyumbangkan darahnya, tentu melewati sejumlah persyaratan dan pemeriksaan ketat. Di antaranya adalah jumlah darah, golongan darah, kondisi kesehatan dan penyakit apa saja yang diidap. Informasi tersebut sangat berguna untuk menentukan layak tidaknya si pendonor mendonorkan darahnya kepada orang lain.

Meskipun menggelar aksi donor darah, SPPT TEL sebelumnya menggelar aksi unjuk rasa untuk memperingati Hari Buruh Internasional. Ini karena ruh utama peringatan itu adalah perlawanan terhadap penindasan buruh.

Dalam aksi turun ke jalan, SPPT TEL meneriakan tuntutan dan mengkritisi kebijakkan pemerintah yang mulai tidak berpihak pada rakyat. Menjadi catatan sejarah 8 jam kerja yang kita nikmati sekarang itu hasil perjuangan Serikat pekerja pendahulu kita, bukan hadiah dari pemodal.